Vintage Story

For those who love Vintage and Vintage Inspired

Is it really a vintage dress? September 1, 2009

Filed under: vintage story — Dian @ 9:15 am

Aku sering sekali bertanya pada diriku sendiri: “Ini beneran vintage ga yah? Kira-kira layak ga yah kalo aku jual di Vintage Story sementara jangan-jangan ini bukan vintage.”

Maklumlah, aku kan masih pemula di dunia vintage ini. Yang aku tau, semua itu jelas baju-baju second. Cuma dari tahun berapa nya aku sendiri masih harus banyak belajar.

Sampai akhirnya aku bertanya lagi pada diri sendiri:

“How to know if it is a vintage?”

Well, sambil mengubrak ngabrik dunia maya, aku mencoba mempelajari bagaimana sih cara nya tuk mengetahui mana yang vintage atau mana yang bukan vintage. Ternyata caranya “cukup” simple bagi pemula seperti aku ini untuk mengetahui vintage – tidaknya sebuah pakaian.

Berikut ini tips and tricks untuk mengetahui vintage-tidaknya sebuah pakaian, menurut Aya dari Strawberry Koi Vintage:

  1. Melihat dari bentuk keseluruhan. Umumnya pakaian vintage adalah terusan dan sangat feminim.
  2. Jenis bahan. Bahan yang mudah didapatkan pada jaman dulu adalah bahan-bahan sederhana seperti katun, linen, wool, sutra, serta rayon.
  3. Label! Kata Aya, coba perhatikan labelnya! Kalau menggunakan font sederhana besar kemungkinan itu vintage. Dan umumnya belum ada label cara pencucian ataupun ukuran. Karena label cara pencucian baru ada setelah tahun 1970-an. Sementara label ukuran, kalau pun ada dalam bentuk angka, bukan S-M-L.
  4. Zipper. Coba perhatikan ritsleting nya. Ristsleting terbuat dari bahan metal umumnya berasal dari sebelum tahun 1960-an. Karena ritsleting plastik baru dibuat setelah tahun 1960-an.
  5. Keliman dalam. Biasanya keliman pakaian jaman dulu itu sederhana dan jahitan tangan.

Namun cara yang paling bagus untuk mengetahui apa sebuah baju vintage atau tidak jelas harus lebih banyak mempelajari literatur fashion vintage, membandingkan dengan foto-foto tua, serta majalah-majalah tua.

Hmm…nonton video How To Know If It’s Vintage membuat aku semakin bertanya-tanya sendiri. Beneran vintage ga yah..? So, buat teman-teman mohon maaf ya kalau ternyata baju yang aku tawarkan disini ga 100% vintage. Karena aku masih belajar dan akan terus belajar.

 

Proud to be Indonesians August 24, 2009

Filed under: vintage advertising,vintage story — Dian @ 12:33 pm

Akhir pekan kemarin, aku uring uringan ga jelas cuma gara-gara liat berita soal “again” ada budaya Indonesia yang di claim sama tetangga. Gemessss rasanya. Tapi mau marah, marah kesiapa? Mau nyalahin, salah siapa?

Cuma ketika aku browing sana sini mencari gambar-gambar vintage, aku menemukan pelipur lara yang bikin aku bangga jadi orang Indonesia šŸ˜€

saks_indoinspiration1952

Gambar di atas merupakan potongan iklan majalah dari tahun 1952. Jelas itu iklan SAKS, luxury department store di Amerika sana. Coba deh perhatiin tulisan dibawahnya: Indonesian Inspiration!!! Yes! Batik Indonesia udah berhasil “nyampe” ke SAKS dari tahun 1952. Itu kan membuktikan kalo batik memang milik kita šŸ˜‰

Once again I will said it loud and clear: “I’m proud of Indonesians!!!”

 

Vintage Clothing : A Definition August 19, 2009

Filed under: vintage story — Dian @ 7:17 am

Hi there!

Karena ini post pertama aku di Vintage Story, let’s talk about Vintage Clothing sejenak.

Berdasarkan Wikipidia, ternyata vintage clothing itu istilah yang digunakan untuk pakaian dari suatu jaman tertentu, baik itu pakaian yang masih baru ataupun pakaian bekas. Pakaian yang diproduksi sebelum tahun 1920-an disebut ANTIK, dan pakaian yang diproduksi sekitar tahun 1920-1980-an disebut VINTAGE. Selain itu, ada juga istilah RETRO, kependekan dari retrospective, yaitu pakaian yang di buat ulang mengikuti jaman sebelumnya.

Umumnya pakaian vintage pernah digunakan sebelumnya, meski ada juga yang masih baru dalam persentasi yang kecil. Ini yang biasanya disebut sebagai “dead stock”, “old stock”, atau “new-old stock” oleh dealer, danĀ  lebih berharga daripada yang telah uzur, terutama jika mereka memiliki tag asli mereka.

Meski sudah ada sejak lama permintaan akan pakaian tua atau pakaian bekas, namun pakaian-pakaian bekas tersebut baruĀ  menarik perhatian, diminati, dan dapat diterima secara baik setelah tahun 1990-an. PeningkatanĀ  akan diminatinya pakaian bekas ini terjadi karena adanya peningkatan pandangan, dimana pakaian vintage mulai dikenakan oleh sejumlah selebriti, seperti Julia Roberts, Chloe Sevigny, Kate Moss, dan Dita von Teese.

Selain itu juga telah terjadi peningkatan terhadap ketertarikan kelestarian lingkungan hidup, seperti menggunakan kembali, mendaur ulang, dan memperbaiki daripada membuang barang-barang. Kebangkitan sekelompok musisi rock dan tarian swing juga turut berperan dalam meningkatkan ketertarikan terhadap pakaian vintage.

Berikut ini alasan lain kenapa orang-orang tertarik pada pakaian vintage, yaitu:

  • Unik! Kebanyakan pakaian vintage itu dibuat berdasarkan pesanan, dan hanya dalam jumlah yang kecil.
  • Kualitas yang baik. Umumnya pakaian jaman dahulu itu dibuat untuk dapat bertahan dalam kurun waktu yang cukup lama dan diwariskan kepada anggota keluarga yang lain, sehingga dibuat dari material yang sangat kuat, potongan yang dibuat dengan baik, ongkos jahit yang cukup murah, serta potongan yang memungkinan untuk dapat dirubah.
  • Bahan yang baik. Menggunakan bahan yang tidak lazim dan sudah tidak diproduksi kembali, atau kalaupun ada harganya sudah menjadi mahal.
  • Harganya akan lebih murah dibanding membeli pakaian baru.
  • Penuh akan detail-detail seperti jahitan tangan (bukan mesin), kancing yang tidak biasa, bordir tangan, renda hasil handmade, rajutan, applique, beading, dan tehnik aplikasi lainnya.
  • Style! Pakaian vintage telah menjadi oilihan karena menawarkan aneka gaya yang penuh imajinasi.
  • Investasi. Bagi sebagian orang lebih baik membeli pakaian vintage untuk dikoleksi daripada digunakan, terutama jika pakaian tersebut berasal dari designer yang cukup ternama dan akan dicari oleh kolektor.